Diantara Tanda-Tanda Keadilan Allah itu,

Semua keadaan di pergilirkan dengan adil.

Tidak selamanya kita sedih, tidak selamanya gembira, tidak selamanya dibawah, tidak selamanya diatas, dan tidak selamanya sebuah keadaan itu akan terus langgeng.

Dalam hal apapun itu. kadang kita suka mengeluh saat diuji dengan sakit 1 tahun, tapi kadang kita lupa bersyukur pernah dikasih sehat puluhan tahun.

Kadang kita langsung frustasi dengan kekurangan harta beberapa waktu, padahal kadang Allah pernah kasih harta berlimpah tapi kurang di syukuri.

Kadang kita suka meratapi keadaan yang kurang menyenangkan selama beberapa saat, tapi kadang juga suka lupa flashback bahwa Allah kadang pernah menitipkan banyak nikmat kepada kita tapi kurang kita renungi.

Setiap keadaan yang sulit, kondisi yang tidak enak, atau posisi yang sedang tidak beruntung. Itu sejatinya adalah cara Allah mengexercise kita menjadi pribadi yang lebih matang dan supaya kita pandai menimbang nikmat Allah.

Apapun aktivitas kita, apapun kesibukan kita, dan dimanapun kita berkarya. Selalu lah maksimal dengan terus meniatkan deposit amal baik di hadapan Allah. Bukan di depan manusia.

Manusia tidak ada yang adil dalam menilai manusia lain, walaupun dia telah berusaha semaksimal mungkin. Karena keadilan sejati hanya ada di penilaian yang maha adil.

Maksimal lah berbuat, maksimal lah berkarya, maksimal lah dalam menebar manfaat bagi manusia lainnya, di jalur apapun yang kita pilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *