Fakta Dunia Politik

Dunia politik saat ini masih dihuni oleh orang orang yang tidak profesional. Itulah faktanya.

Dunia politik masih mayoritas dihuni oleh orang orang pragmatis, orang orang oportunis, orang orang yang tidak paham ide, dan orang orang yang tidak punya gagasan yang jelas.

Dunia politik saat ini mayoritas masih dihuni oleh orang orang penjilat, orang orang kere yang kebelet pengen dapat jabatan, dan orang orang bawah yang marginal tapi punya sedikit isi kantong.

Dunia politik saat ini masih dihuni oleh orang orang biasa yang kelas sosialnya masih jauh berada di level politisi. Baik secara ilmu, wawasan, narasi, dan isi kantong.

Banyak politisi saat ini punya kapasitas memprihatinkan, tapi suka mengaku ngaku elit, mengaku berjasa, mengaku berpengaruh, mengaku tokoh, merasa besar, merasa hebat dst. Padahal faktanya tidak demikian.

Dunia politik saat ini masih dihuni oleh orang orang rakus jabatan tapi tidak punya orientasi yang jelas. Orang orang yang ingin pansos karena sudah gak tahan jadi rakyat biasa.

Dunia politik masih dihuni oleh orang orang yang mencari jabatan dengan menjilat atasan, mencari panggung dengan cara cara yang tidak benar, dan cenderung banyak gimmick dan pencitraan.

Kualitas politisi di negeri kita saat ini masih rendah. Sehingga itu akan berpengaruh langsung terhadap pemimpin yang akan lahir nanti nya dari partai politik.

Itulah faktanya dunia politik saat ini. Dan kondisi begini mau tidak mau harus diubah total jika kita ingin melihat Indonesia naik kelas di kemudian hari.

Betapa banyak politisi yang punya kapasitas pas Pasan. Tapi bukannya mau berbenah dan meningkatkan kualitas diri. Tapi justru terus merasa sudah hebat, sudah berkelas, sudah layak menjadi ini itu dst. Sehingga muncul budaya rakus dan tidak tau diri dan tidak tau posisi.

Betapa banyak politisi yang keluar masuk partai hanya demi ambisi pribadi. Tidak punya orientasi yang jelas, tidak punya peta narasi yang terang, dan tidak punya tujuan tujuan besar.

Betapa banyak politisi yang masuk ke sebuah partai hanya untuk buang hajat dirinya sendiri. Hanya ingin mengejar ambisinya sendiri, bukan ambisi kolektif, bukan fokus pada cita cita besar partai.

Betapa banyak politisi yang menggunakan partai hanya sebagai kuda tunggangan, sebagai alat transportasi bagi ambisi pribadinya. Setelah ambisi nya tercapai, maka dengan mudah loncat lagi kemana yang lebih menguntungkan pribadinya lagi.

Betapa banyak politisi yang kosong isi kepala, kosong isi dompet, kosong jaringan, dan banyak tong kosong nyaring bunyinya, tapi punya ambisi setinggi langit.

Budaya budaya politik seperti harus dikikis habis dalam partai politik, Agar tercipta sebuah komunitas dan entitas politik baru yang kredibel, kokoh, ideologis, Narratif, dan punya semangat mencapai mimpi bersama untuk melihat kepentingan negara diatas segalanya.

Partai politik harus menjadi motor penggerak bagi gagasan gagasan besar, yang terus menerus berjalan diatas rel yang benar. Apapun hambatannya.

Untuk itulah sebenarnya sebuah partai politik dibentuk dan didirikan. Untuk itulah sebenarnya sebuah partai politik dilahirkan.

Tanpa narasi, ideologi, tanpa loyalitas, tanpa mau berjuang, mau bersabar, mau berproses, mau lelah demi sebuah tujuan besar. Maka semua akan menjadi hampa dan nihil

Sebuah Partai Politik harus terus fokus dengan tujuan tujuan besar nya sebagai teladan berdemokrasi. Jangan turunkan target ideal walaupun banyak hambatan.

Partai politik adalah rumah mewah bagi sebuah gagasan gagasan besar pembangunan bangsa. Rumah itu tidak boleh dikotori oleh pernak pernik murahan yang lahir dari ego ego pribadi dan ambisi ambisi personal oknum.

Partai politik modern harus selalu fokus pada cita cita besar dan tujuan tujuan besar. Bisa jadi di suatu masa kita memiliki pengikut yang salah. Tapi arah kita tinggal boleh salah.

Bisa jadi di suatu masa kita masih belum populer, masih memiliki follower follower lemah. Tapi target ideal sebuah partai modern tidak boleh turun. Soal pengikut bisa patah tumbuh hilang berganti. Tapi cita cita besar partai modern tidak boleh mundur ke belakang.

Partai politik harus terus konsisten dengan penguatan narasi, pengokohan ide, penguatan identitas dan ideologi, untuk terus fokus mencapai tujuan sebagai partai modern yang memiliki budaya profesional.

Partai politik harus dikembalikan fungsi nya sebagai rumah mewah bagi gagasan dan cita cita besar bangsa. Dari fungsi saat ini yang sudah jauh menyimpang dan keluar dari track yang seharusnya.

Kita bisa jika kita berpikir bisa. Kita mampu Kalau kita mau berjuang untuk mencapainya. Kita akan sampai kalau kita sepenuh hati menjadikan cita cita sebagai garis finish kolektif kita.

Tengku Zulkifli Usman ✓
Jubir Nasional Pemenangan Pemilu Partai Gelora Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *