Satu Getaran Jiwa

Ada 4 momentum pidato Anis Matta yang saya rasakan punya getaran jiwa yang mendalam:

Pertama ketika Anis Matta berpidato menerima amanah sebagai Presiden partai di depan jutaan sorot mata secara live pada hari Jumat 1 februari 2013.

Kedua ketika Anis Matta berpidato dalam penandatanganan akte notaris berdirinya Partai Gelora Indonesia Sabtu, 9 November 2019.

Ketiga ketika Anis Matta berdiskusi dengan Dedi Mizwar dalam acara dialog Maulid Nabi Muhammad SAW di acara Cerita Kopi GeloraTV, Selasa, 19 Oktober 2021. Sekurangnya, 2 kali suara Anis Matta bergetar sambil menahan butiran air matanya, saat bercerita seputar kehidupan Rasulullah SAW.

Keempat ketika Anis Matta menyampaikan pidato di HUT Partai Gelora Indonesia yang kedua, Kamis, 28 Oktober 2021.

4 momentum itu punya latar-belakang yang berbeda dan memiliki emosi jiwa yang mendalam dibalik peristiwa. Tetapi 4 momentum itu memiliki satu makna yang sama dan mendalam, satu getaran jiwa yaitu; “tanggung-jawab”

Momentum pertama adalah momentum Anis Matta punya tanggung jawab menyelamatkan partainya dari badai. Momentum kedua adalah momentum Anis Matta mengambil tanggung jawab sebagai Ketua Umum Partai Gelora Indonesia. Momentum ketiga adalah momentum Anis Matta mengingat bagaimana beratnya tanggung jawab kenabian Rasulullah SAW beserta ujian yang menyertainya. Dan momentum keempat adalah momentum Anis Matta mengambil tanggung jawab memimpin partai turun menemui dan berkolaborasi dengan rakyat.

Diawal-awal berdirinya partai, Anis Matta selalu dan senantiasa mengingatkan tentang semangat pertanggung-jawaban. Bahwa semua yang kita lakukan punya implikasi pertanggung-jawaban; dunia-akhirat. Anis Matta menyederhanakannya dalam sebuah quote indah dan mendalam; “Melukis Panorama Akhirat di atas Kanvas Dunia”.

Getaran jiwa dalam 4 momentum itu sangat terasa sekali. Pidato-pidato itu mengalir dari mata air keyakinan dan bermuara pada semangat pertanggung-jawaban. Pidato-pidato itu seperti listrik pemantik yang menggerakan mesin-mesin perubahan. Dan pidato-pidato itu seperti tiupan angin yang menjadikannya gelombang.

“Tiupkan Angin biar Riak Menjadi Gelombang”

-ABU WAFA-

Jelang Ulang Tahun ke2 Partai Gelora Indonesia

Selain sudah membiru di seluruh Nusantara, juga diikuti dengan bergabungnya banyak anak bangsa dibawah payung besar ini.

Membangun sebuah partai politik yang rapi, profesional, kokoh, dan memiliki pondasi yang kuat bukanlah hal yang mudah. Itulah yang sudah dilakukan gelora dengan semua kader kader hebat nya di seluruh pelosok negeri.

Sangat wajar apabila rakyat menaruh harapan besar kepada partai baru ini. Kekuatan nya ril, langkah nya terukur, dan gaya politik nya mendidik.

Pondasi yang kokoh yang sedang dibangun oleh semua stakeholder partai adalah harapan juga tantangan untuk menjawab permasalahan Indonesia yang akan datang.

Dua tahun hanya sebagai permulaan jalan, batu bata awal sebuah visi besar Indonesia menuju negara maju berlevel dunia.

Tidak banyak yang bisa dijanjikan partai, karena kebanyakan janji dalam politik sudah tidak relevan dengan psikologi rakyat kita.

Setelah pondasinya kokoh, maka langkah demi langkah yang ril akan terus ditapaki oleh partai ini dalam misi serius mendorong Indonesia menjadi kekuatan utama dunia.

Selamat kepada semua kader, pengurus, simpatisan yang telah memutuskan bergabung dengan partai ini. Karena Masa depan Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama.

Selamat juga kepada seluruh pengurus, kader, pimpinan partai, yang telah bekerja sangat keras sehingga kita sampai pada titik ini hari ini, dengan kerja kerja besar ditengah keterbatasan yang ada.

Rakyat menunggu kiprah nyata Partai Gelora dalam mewarnai wajah politik Indonesia kedepannya agar menjadi lebih ramah, esensial, dan berisi. Menuju tegaknya demokrasi yang mampu membawa kebaikan bagi seluruh rakyat kita.

Hard time will create strong party, strong party will create strong leader, and strong leader will create strong nation.

Never Ending Collaboration!
Gelorakan terus semangat 5Besar Dunia!

Tengku Zulkifli Usman.
Fungsionaris Harian Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Indonesia.

Apa yang ingin di dorong oleh partai Gelora adalah agar rakyat bisa lebih berpartisipasi dan terlibat dalam politik kedepannya.

Menjadi bagian dari gelombang perubahan Indonesia untuk menguatkan dan menjadikan demokrasi lebih sehat.

Karena rakyat sejatinya bukan sebagai objek politik kaum elit, sejatinya rakyat adalah pelaku sejarah yang harus menentukan arah masa depan bangsanya sendiri.

Nasib bangsa ini bukan saja beban partai Gelora, bukan juga beban sekelompok orang atau organisasi. Nasib bangsa ini sejatinya adalah PR kita bersama.

Partai Gelora mengajak rakyat untuk berpikir dengan nalar yang lebih sehat ketika terlibat dalam politik. Agar tujuan utamanya bisa tercapai yakni kemajuan bangsa.

Partai Gelora mengajak rakyat berobsesi menaikkan level Indonesia ke tataran internasional yang lebih tinggi. Karena kita adalah bangsa yang memiliki segala modal untuk maju.

Partai Gelora hadir bukan untuk menargetkan kursi tertinggi kekuasaan di republik ini semata, tapi ini soal bagaimana mengelola negara dengan lebih baik dan profesional dalam bingkai perjuangan demokrasi bersama.

Ini soal narasi mengisi kemerdekaan, ini bukan sekedar bicara jumlah kursi semata atau sekedar eksis ikut pemilu semata.

Para pendiri bangsa ini pernah terlibat di tataran dunia dan membawa Indonesia berwibawa di masa lalu. Maka tugas kita adalah melanjutkan peran besar ini dengan kapasitas yang lebih besar lagi.

Partai politik sejatinya adalah rumah besar nalar yang sehat dalam bernegara, agar semua nalar nalar sakit efek busuknya praktek politik selama ini bisa dikikis habis dengan berjalannya waktu.

Melihat budaya bangsa kita yang luhur, SDM dan SDA yang melimpah, kekuatan fundamental kita sebagai bangsa yang kuat. Semua ini adalah modal besar kita menjadi kekuatan utama dunia di masa yang akan datang.

Kader partai Gelora juga harus terus bekerja keras meningkatkan kapasitas mereka semua di semua level, agar mumpuni dalam mengelola negara kelak di masa yang akan datang. dengan roadmap yang lebih rapi.

Jadilah sosok sosok yang berperan dan berpengaruh di wilayah masing masing. Haram hukumnya seorang politisi itu memiliki kapasitas biasa saja apalagi dibawah standar. Haram hukumnya seorang politisi itu planga plongo. Please note!

Kader partai Gelora harus menjadi magnet karena kapasitas dan kualitas, bukan karena gimmick dan pencitraan. Bukan karena drama dan kebanyakan retorika.

Magnet yang kuat hanya dihasilkan oleh kekuatan yang ril, itulah magnet yang akan menjadi arus rakyat untuk bergabung ke partai ini untuk melihat Indonesia dengan keoptimisan yang baru.

Tingkatkan terus kapasitas dan kualitas kita sebagai insan politik, khususnya skill yang berkaitan dengan skill mengelola negara demokrasi, jangan banyak menghabiskan waktu untuk mengurus apa yang seharusnya diurus oleh sebuah yayasan.

Partai politik itu tugasnya maha berat, menjadi politisi yang berkelas itu akan menjadikan kita maha pusing. Kalau kepala anda belum sakit, analisa anda belum tajam, mental anda masih lemah, tema pembicaraan anda masih pinggiran, anda masih punya terlalu banyak PR untuk memimpin.

Partai Gelora harus menjadi rumah besar rakyat Indonesia kedepannya, dan harus mampu melihat masalah bangsa ini dengan kacamata berbeda dengan menyodorkan solusi yang lebih nyata.

Happy Nice Weekend!

Tengku Zulkifli Usman✓®

Saya sangat mendukung langkah pak Kapolri dalam menindak tegas aparat yang nakal.

Instruksi Kapolri terbaru soal penegakan hukum di dalam internal polri perlu mendapatkan dukungan masyarakat.

Tagline Kapolri baru yang mengusung misi polri presisi harus di kawal dengan cermat oleh semua lapisan rakyat untuk kualitas kepolisian yang lebih baik.

Polri perlu di reformasi dengan serius dan jangan hanya slogan. Kasihan polisi yang baik ikut rusak dengan ulah polisi bejad di lapangan.

Begitu banyak kasus-kasus pelanggaran hukum yang dilakukan polisi selama ini bahkan melibatkan kasus kasus besar.

Mulai dari mendukung bandar narkoba, melindungi koruptor, main mata dengan penjahat, pembunuhan, pemerkosaan, pelanggaran HAM, pungli gaya maling, sampai ke kasus kasus kriminal lain.

Polisi polisi bejad harus dibersihkan dengan tegas tanpa ampun. Bukan hanya memecat saja, tapi juga perlu digiring ke penjara bagi mereka yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Kemudian, polisi juga bukan alat kekuasaan, polisi bukan satpam penguasa. Polri harus menjaga fungsi nya dengan baik sebagai aparat yang profesional dan berdedikasi kepada rakyat yang membayar gaji mereka.

Kapolri harus tegas menindak mereka yang melakukan kejahatan di internal kepolisian. Yang akan merusak citra baik polisi.

Kepada anggota DPR komisi III juga agar mereka menegur dan mengoreksi polisi dengan tegas dan keras agar kembali lurus.

Anggota DPR komisi III jangan kebanyakan tidur dan terlalu lemah menjalankan fungsi kontrol terhadap partner partner kerja mereka di lembaga negara. Terutama oposisi jangan hanya tausiyah gak berguna di medsos.

Kalau saya ada di komisi III DPR saya pastikan Kapolri akan jadi bulan bulanan bahkan akan saya bentak itu orang karena masih lemah dalam mereformasi polri dan main mata dengan kejahatan.

Negara demokrasi tidak akan bernegosiasi dengan kejahatan, apalagi kejahatan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum itu sendiri.

Tengku Zulkifli Usman.

Menuju 2 Tahun Gelora: Bertumbuh

Partai Politik merupakan kanal sah dalam perebutan kekuasaan negara, termasuk Indonesia, yang menjadikan demokrasi pemilu sebagai cara pergantian kepemimpinannya. Maka tak patut dipermasalahkan, setiap partai politik dengan aneka ideologi dan haluan kerjanya, sepanjang sah secara hukum dan mengedepankan kepentingan negara.

Sedang perpindahan anggota atau bahkan berubahnya pilihan rakyat terhadap suatu parpol mestinya disikapi biasa saja. Setiap warga negara berhak atas pilihan politiknya. Parpol lah yang harus mampu membuktikan dirinya relevan untuk dipilih. Relevansi itu paling tidak, dapat dilihat dari keterpilihan parpol disetiap event pemilu dan pilkada, itu ukuran gampangnya.

Gesekan kepentingan antar parpol bisa dimaknai sebagai khazanah dalam bernegara. Disinilah ide dan gagasan parpol diadu, ditawarkan kepada rakyat. Pembelahan yang menyisa pasca pemilu dan pilkada mestinya bisa diakhiri, lalu segenap rakyat bahu-membahu menyongsong pembangunan negara dan daerah. Kritik boleh, bermusuhan jangan.

Partai Gelora yang lahir ditengah krisis akibat pandemi Covid-19, sejak awal ingin menghadirkan cara berpolitik yang baru, sebagai partai pemikiran dan kolaborasi. Dengan menawarkan narasi menjadikan Indonesia Sebagai Kekuatan 5 Besar Dunia, Partai Gelora ingin meminimalisasi permusuhan antar anak bangsa yang masih berlangsung akibat pemilu 2019 lalu. Toh, hampir semua negara bahu-membahu ingin keluar dari pandemi, lalu mengapa kita terus memelihara pembelahan politik itu?

Alhamdulillah, Partai Gelora yang diawal dianggap sebagai pecahan PKS, pada nyatanya tak sampai 5% saja anggotanya yang berasal dari PKS, Partai lamanya Anis Matta dan Fahri Hamzah. Dulu diawal pendiriannya mungkin mayoritas, sekarang minoritas.

Ini bagian dari optimisme bahwa narasi, ide dan pemikiran Partai Gelora mendapat tempat di hati rakyat. Partai Gelora terus bertumbuh, tergabung sebanyak 472.373 anggota pada 20 Okt 2021, dengan penambahan 2000-3000an anggota baru setiap hari. Kebanyakan sih bukan dari partai lamanya Anis Matta dan Fahri Hamzah itu. (Cuprit, 21/10)

gelombangrakyatindonesia

geloraindonesia

indonesia5besardunia

GELORAKAN Cinta Rasul

Kita memperingati hari kelahiran nabi kita yang agung dan pemilik risalah terakhir bagi manusia.

Manusia agung yang memiliki begitu banyak keistimewaan yang diberikan Allah secara langsung tanpa perantara.

Sosok yang hari ini memiliki 2,2Miliar lebih pengikut tanpa paksaan dan tanpa pedang atau perang.

Satu satunya sosok yang sampai saat ini di kenang oleh miliaran manusia dan di doakan secara permanen dalam doa doa mereka.

Sosok manusia paling terpercaya dimuka bumi sepanjang sejarah dengan pemegang paten satu satunya gelar ” Al Amin”.

Tidak lah yang memuliakan nya kecuali dia akan mulia, dan tidak lah orang menghina dan mencaci nya kecuali dia ikut terhina dan ternista.

Betapa banyak musuh islam di dunia yang membencinya, tapi mereka tidak mampu membawa mudhorot apapun bagi yang mulia.

Mereka bahkan yang membencinya tidak sedikit berkahir dengan Hidayah. Dan tidak sedikit juga yang menghinanya kecuali dia mendapatkan azab yang pedih sejak di dunia.

Mata air yang jernih yang berasal dari telaga yang jernih nan suci. Yang harus terus dijadikan sebagai sumber kejernihan pikiran, sikap, dan teladan dalam tindakan kita dalam menjalani hidup.

Allahumma sholli wasallim wa barik ala habibina wa qudwatina wa qoiduna wa nabiyyina Muhammad.