Partai itu Bukan Tujuan

Membaca dokumen visi dan misi partai-partai yang ada di Indonesia, ada bagian yang menarik dari visi misi PDI Perjuangan. Salah satunya adalah statemen bahwa partai itu alat perjuangan untuk … atau guna …

Posisi partai sebagai alat, menurut saya memiliki setidaknya dua makna, yakni :

  1. Sebagai alat, partai digunakan untuk tujuan tertentu. Salah satu tujuan partai adalah merebut kekuasaan secara sah. Dalam hal ini melalui mekanisme demokrasi.

Meski ada sebagian orang yang memandang kekuasaan sebagai tujuan. Namun kekuasaan sendiri sebenarnya bukan tujuan akhir. Kekuasaan adalah juga alat, tentu saja alat perjuangab yang lebih besar dibanding partai. Kalaulah tujuan, kekuasaan hanya tujuan antara untuk mewujudkan tujuan yang lebih besar. Misalnya saja membawa Indonesia menjadi kekuatan lima besar dunia.

Di sini, kita sebenarnya sudah mulai bisa membedakan tiap-tiap partai. Adakah tujuan yang lebih besar ketimbang kekuasaan. Atau pertanyaan, ketika partai anu berkuasa apa yang akan terjadi?

Karena sampai titik untuk merebut kekuasaan, semua partai itu sama saja. Setahu saya semua partai ingin berkuasa. Meskipun ada yang malu-malu, kemudian menghaluskan dengan istilah lain.

  1. Karena partai itu alat, maka siapapun yang bergabung dengan sebuah partai sudah semestinya memiliki set mental dan niat untuk menggunakan alat. Bukan sekedar mendapatkan alat. Ya buat apa pegang alat, kalau tidak digunakan.

Apapun niat atau tujuannya. Tentu saja tidak bisa disamakan. Dan memang tidak harus sama tiap-tiap orang. Bahkan mungkin motif atau tujuan yang sangat pribadi sekalipun, boleh saja. Tapi ya tadi, partai itu hanya alat untuk mencapai tujuan tertentu.

Jadi, kurang tepat saat seseorang bergabung dengan sebuah partai kemudian memulai dengan pertanyaan : “Kalau bergabung, saya dapat apa?” Karena partai adalah alat.

Setidak-tidaknya pertanyaan yang agak tepat adalah : ” Kalau saya punya rencana begini-begini, apakah bisa dilakukan dengan partai ini?”

Oleh karenanya, justru ruang yang cukup untuk mengakomodasi motif tiap orang yang berbeda-beda untuk bergabung, itulah kata kunci sebuah partai akan punya peluang menjadi besar atau tidak. Itulah kira-kira makna partai menjadi permadani atau karpet yang nyaman untuk setiap orang duduk di atasnya.

Isi kepala yang berbeda. Motif pribadi yang berbeda. Latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Dan sekian banyak perbedaan lain, berhimpun menjadi satu.

Meski mengakomodasi semua perbedaan personal, namun sebagai sebuah institusi, tentu saja di dalam partai perlu ada arah yang sama. Agar apapun motif setiap personal yang ada di dalam partai, tetap saja memiliki arah gerak yang sama. Menjadikan partai dinamis dan terarah.

Sekali lagi partai itu hanya alat, bukan tujuan. Ojok nemen-nemen lah…

GelorakanIndonesia🇮🇩

IndonesiaKekuatanLimaBesarDunia🇮🇩

Setia Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *