Catatan Awal Tahun

Jika pergantian waktu hanya tentang angka-angka, ia bisa tak bermakna apa-apa kecuali sebatas angka angka. Sehingga kita terjebak pada rutinitas harian, pekanan, bulanan, hingga tahunan yang bisa jadi stagnan dan membosankan.

Padahal waktu adalah kesempatan, peluang, untuk menjadikannya sebaik yang kita angankan dan harapkan. Berarti waktu identik dengan perubahan, change.

Rasulullah SAW pun mengingatkan kita akan urgensi perubahan. Akan sia-sialah usia di saat hari ini tidak lebih baik dari kemarin, dan hari depan tidak lebih baik dari hari ini. Maka perubahan adalah sunnatullah, kemestian setiap usia yg masih menyisa amanah.

Perubahan identik dengan adaptasi dan menyiapkan antisipasi atas arus disrupsi yang rumit diprediksi. Riaknya bisa menjadi gelombang, yang terkadang mengagetkan sekaligus membuat kita tak cakap mengemudikan layar. Dan kita pun terkadang jatuh atau bahkan cukup menikmati kenyamanan yang notabene lawan dari perubahan.

Maka, masa lalu adalah tentang mengambil pengalaman. Pengalaman, mengajarkan tentang bahwa kelam adalah hal yang tak perlu diratapi, dan kecemerlangan adalah tangga yang mengajarkan giat meraih buah kepositifan untuk menjemput sukses dan lebih baik.

Pengalaman, sejatinya akumulasi dari pengetahuan (kognitif), perasaan (afektif), karakter dan perilaku, serta bentukan sosial dimana kita menjadi bagian darinya.

Ciptakan dan lukislah pengalaman yang membahagiakan, dan jadikan ia memori indah hingga kita tetap bisa memiliki alasan untuk tetap tersenyum, seberapapun kerumitan menyertainya.

KETIKA KITA BERUBAH MENJADI ELANG

Gus Sirot

Suatu ketika, Harvey Mackay sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.

Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang.

Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata,
“Nama saya Wally.

Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya.

Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengantar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”

Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih.

Di belakang kemudi, Wally berkata:

“Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.”

Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.”

dan ternyata, Wally menjawab,
“Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”

Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.”

Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan

“Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today.”

Ketika taksi mulai berjalan, Wally kembali menawarkan radio mana yang ingin didengar oleh Harvey.

Tapi ternyata masih ada lagi; Wally menanyakan apakah AC nya sudah pas dengan pelanggannya tersebut. Selama perjalanan, Harvey pun penasaran.

“Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” Tanya Harvey.

Wally kelihatan tersenyum dari kaca taksinya.

“Tidak selalu, malah baru di dua tahun terakhir.
Di tahun pertama, saya banyak mengeluh seperti kebanyakan supir taksi.
Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yang mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul
‘You’ll See It When You Believe It’.

Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi.
Ia berkata, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda.

Jangan menjadi bebek.
Jadilah elang…

Bebek menguik dan mengeluh.
Elang membumbung tinggi di angkasa.

Hal ini menohok saya. Ia sedang membicarakan saya, jadi saya mengubah sikap dan memilih untuk menjadi elang. Saya melihat supir taksi lain, dan saya melihat bahwa mobil mereka kotor, mereka tidak ramah, dan pelanggan mereka tidak senang.
Jadi saya memutuskan untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit. Ketika pelanggan suka, saya meningkatkannya.”

“Pasti kau sudah merasakan manfaatnya”, kata Harvey.
“Tentu saja,” Jawab Wally.
“Di tahun pertama saya sebagai elang, penghasilan saya naik dua kali lipat. Tahun ini mungkin menjadi empat kali lipat. Anda beruntung bisa mendapatkan saya hari ini. Saya tak menunggu di pangkalan lagi. Pelanggan saya menelpon saya atau meninggalkan pesan di mesin penjawab. Jika saya tak bisa menjemput mereka sendiri, saya meminta bantuan teman saya.”

Cerita Wally memang sangat inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan, karena ia memilih untuk menjadi elang dan bukannya bebek yang mengeluh.

Partai Gelora bertekad menjadi elang, menjadi trend setter dan model partai dengan kekuatan enovasi dan tidak mau memilih menjadi bebek yang membebek paste copy program partai lain.

Semoga bermanfaat..

Magnet Utama Partai Gelora Indonesia

Partai Gelora akan menjadi magnet bagi rakyat Indonesia, dengan Beberapa syarat utama:

  1. Bekerja sesuai dengan narasi politik yang telah digariskan, dan tidak mencampur adukkan narasi demokrasi dengan narasi pribadi.
  2. Konsisten dalam menarasikan ide ide besar pembangunan bangsa dan negara, dan tidak terjebak pada sikap berlebihan dalam menyikapi suatu isu atau masalah.
  3. Menetapkan target kerja yang realistis, terukur, dan dengan langkah langkah yang ril. Dari hal kecil merambah ke tangga yang lebih besar.
  4. Membuang sikap berlebihan dalam menyikapi isu isu bangsa dan negara. Dengan mengacu kepada sistem demokrasi yang berlaku di negara ini tanpa memasukkan ide ide yang tidak ada kaitannya dengan ide pembangunan bangsa.
  5. Melakukan rekrutmen secara masif dengan pendekatan yang profesional. Merekrut semua golongan dan semua lapisan masyarakat, namun tetap memberikan perhatian khusus kepada kalangan menengah atas sebagai segmen prioritas yang harus di rekrut.
  6. Melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan cara cara elegan berbasis narasi politik yang bagus dan literasi yang cakap.
  7. Menyadari bahwa partai Gelora sebagai partai baru yang masih memiliki berbagai kekurangan di berbagai sisi, oleh sebab itu perlu kerendahan hati menerima semua kritik, masukan, sinisitas, bahkan caci maki dari rakyat.
  8. Terus menjelaskan visi misi dan narasi partai kepada semua golongan dan segmen pemilih. Dengan konsisten membawa narasi baru dan membuang total sikap sikap lama yang tidak relevan.
  9. Semua stakeholder partai harus tampil sebagai narator, inspirator, komunikator, katalisator, desainer, dan menjadi duta duta narasi politik partai di semua lapisan kader dan struktur ke tengah tengah masyarakat.
  10. Tidak terlibat debat kusir, apalagi melakukan debat dengan pihak pihak lain sesama entitas politik, terutama dengan pihak pihak hater dari kalangan mantan bagi kader yang berasal dari partai lamanya gelora.
  11. Tidak baper atas semua kritik bahkan cacian dari pihak pihak lain. Sejatinya semua masukan itu hanya perlu dijawab dengan cerdas memakai rumus rumus demokrasi bukan dengan motivasi berdebat dan membela diri berlebihan.
  12. Tokoh tokoh utama partai baik dari pusat maupun daerah terus menerus menjaga semangat kepedulian terhadap nasib dan kondisi rakyat, terutama dimasa pandemi begini dimana nasib rakyat sedang sangat memprihatikan.
  13. Pandanglah semua rakyat dengan kacamata yang sama. Bahwa semua rakyat pada dasarnya membutuhkan pencerahan, pemahaman, pendalaman, dan pendampingan. Sehingga suatu saat mereka akan bergabung dengan sendirinya dengan partai ini.
  14. Jangan habiskan energi untuk meladeni semua hal dan semua orang. Pilah pilih mana isu yang strategis untuk dikomentari, siapa yang harus dijawab, dan mana yang tidak perlu. Selama tidak ada kaitannya dengan substansi menyehatkan demokrasi, maka sejatinya semua kegaduhan itu tidak penting untuk diladeni.
  15. Terus berkolaborasi dengan semua pihak tanpa terkecuali. Terus tingkatkan kapasitas diri, kapabilitas, sampai isi tas. Ingat, pemimpin harus memiliki banyak kelebihan. baik ilmu, semangat, harta, kemampuan analisa yang cakap dst dst. Karena tanpa itu semua, kita belum layak memimpin orang lain apalagi memimpin negara menuju 5besar dunia.

Tengku Zulkifli Usman✓

Partai Politik adalah rumah gagasan, rumah ide, dan rumah percetakan pemimpin pemimpin baru bagi bangsa Indonesia.

Partai Politik tidak boleh dijadikan sebagai pabrik ritel tempat mengumpulkan kekayaan pribadi, golongan,dan semata demi kepentingan kelompok.

Partai Politik adalah dapur narasi bangsa dimana semua platform terbaik dalam berpolitik di praktekkan.

Partai tidak boleh menjadi properti pribadi, properti ketua umum, properti ketua wilayah dst. Partai adalah properti yang kokoh yang dibangun untuk mengokohkan visi misi bangsa.

Kader partai tidak boleh dikekang oleh ketua umum, atau disetir oleh pejabat partai sehingga dia menjadi kaku, tidak produktif, dan menjadi kader asal bapak senang.

Partai Politik yang sehat akan menegakkan sistem kepartaian dengan misi utama menyehatkan demokrasi. Bukan melanggengkan oligarki.

Kader partai tidak boleh menjadi petugas partai secara an sich dan melupakan fungsinya sebagai insan politik yang punya misi peradaban.

Kader partai tidak boleh di doktrin diluar rumus rumus demokrasi yang sehat. Partai tidak boleh menyetir kadernya menjadi bebek bebek yang mematikan akal lalu berjalan dalam gelap.

Partai adalah wadah untuk memurnikan cita cita bangsa yang besar dan tempat dimana track haluan berbangsa diluruskan kembali.

Partai yang sehat akan memberikan kebebasan kepada semua kader untuk berpikir bebas dan merdeka dalam visi misi menyehatkan demokrasi.

Partai adalah rumah dimana kebebasan berpikir, berpendapat, dan menyampaikan gagasan gagasan besar diberikan selebar lebarnya agar Kader menjadi cerdas, kritis, produktif, dan menjadi insan politik yang profesional.

Semua partai yang didirikan diluar pakem pakem diatas lalu membatasi kader untuk berkarya, berpikir, menganalisa, berpendapat, dan berijtihad. Adalah partai buruk dan partai Abal Abal.

Partai yang didirikan untuk melanggengkan oligarki, mengajak kepada kejumudan berpikir dan terbiasa menerima arahan atasan satu arah adalah partai feodal, tidak demokratis, dan tidak punya ruh.

Partai yang gemar menegur kadernya hanya karena kadernya kritis mengoreksi kekuasaan yang tidak melaksanakan konstitusi negara. Adalah partai yang telah berbohong soal demokrasi.

Partai yang sehat adalah harapan masa depan bangsa yang sehat. Sedangkan partai yang buruk adalah rumah rapuh yang hanya nyaman ditempati oleh kalangan elit tertentu yang terus mengambil keuntungan pribadi, dan disaat yang sama mereka melecehkan para follower nya.

Gelorakan Profesionalitas dalam berpolitik!

Tengku Zulkifli Usman✓

Makna Kepahlawanan



Oleh : Bung Anis Matta

Saudara-saudaraku semuanya,
Pada siang hari ini kita semuanya hadir di makam bung Tomo, untuk mendoakan beliau dan rekan-rekannya para pahlawan. Ada tiga makna yang menghadirkan kita ke sini, dan tiga makna ini yang ingin saya tegaskan pada momentum peringatan hari pahlawan 10 November ini :

Makna yang pertama adalah makna kesetiaan kepada bangsa dan tanah air.

Mereka semuanya para pahlawan yang terbaring di pemakaman ini adalah orang-orang yang telah membayar ongkos kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dengan jiwa dan raga kita. Seandainya Indonesia adalah pohon, pohon ini tumbuh subur karena disirami dengan darah mereka, sendainya Indonesia adalah bangunan, bangunan ini menjadi kokoh karena dibuat dari tulang belulang mereka.

Itu sebabnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan kita akan makna kesetiaan, dan lawan dari kesetiaan adalah pengkhianatan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : يا أيها الذين آمنوا لا تخونوا الله والرسول وتخونوا أمناتكم وأنتم تعلمون (Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNYa dan menghianati amanah kalian sedangkan kalian mengetahuinya).

Para pendiri bangsa, para pahlawan yang telah mengantarkan kita menuju kemerdekaan ini mewariskan satu amanah kepada kita semuanya. Dulu mereka sudah merebutnya dan sudah mempertahankannya. Sekarang waktunya kita membesarkan apa yang telah mereka wariskan kepada kita.

Itulah sebabnya mengapa partai Gelora mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk membuat satu cita-cita nasional baru, membawa Indonesia menjadi lima besar dunia, Karena itu adalah cara kita mewarisi dan melaksanakan amanah perjuangan yang telah mereka wariskan kepada kita semuanya, dan itulah makna amanah yang termaktub dalam konstitusi kita, bahwa kita harus membawa Indonesia untuk ikut serta melakukan penertiban dunia, itu maknanya.

Jadi jangan kita pernah mengkhianati amanat para pahlawan dan para pendiri bangsa, apalagi di tengah situasi konflik geopolitik sekarang ini, dimana kita mudah terbawa ke dalam harus kekuatan salah satu kekuatan dunia.

Jadi penting pada pagi hari ini menegaskan makna kesetiaan kepada tanah tumpah darah kita, kepada bangsa kita, dan kesetiaan kita untuk terus membawa amanat perjuangan para pendiri bangsa dan pahlawan kita. Jangan pernah mengkhianati amanah dan perjuangan.

Makna yang kedua adalah bahwa kepahlawanan itu ini adalah sikap, adalah karakter. Tidak semua yang pergi berjuang bersama bung Tomo pada 10 November itu syahid pada waktu itu, termasuk bung Tomo sendiri, tidak syahid pada 10 November itu tahun 45. Tapi bung Tomo adalah perwakilan dari seluruh generasinya, dari seluruh orang yang berjuang bersama Beliau, untuk menegaskan satu makna, bahwa kemerdekaan itu tidak diberikan sebagai hadiah, melainkan direbut dan dipertahankan.

Ada jauh lebih banyak nama di pemakaman ini yang kita tidak kenal namanya, dan ada banyak nama yang mungkin tidak dimakamkan di pemakaman ini, tapi mereka semuanya adalah pahlawan, mereka semuanya memberikan jiwa dan raga mereka, dan untuk makna itulah saudara-saudara sekalian kita menghadirkan kembali makna yang abadi dari kepahlawanan adalah memberi, memberi apa saja yang bisa kita berikan, kita berikan tenaga kita, pikiran kita waktu kita, harta kita, dan nyawa kita untuk tujuan yang suci, memberi tanpa henti, itulah makna kepahlawanan abadi.

Bung Tomo tidak wafat di Surabaya, beliau wafat di Arab, berpuluh-puluh tahun setelah beliau dari pertempuran. Tapi berapa orang yang wafat, yang syahid pada peristiwa 10 November, kita tidak pernah tahu persis angkanya. Tapi makna memberi ini yang ingin kita tegaskan, apalagi kita sekarang ini sedang menghadapi krisis. Di saat krisis seperti ini kita perlu menghadirkan kembali nilai-nilai kepahlawanan yang abadi, yaitu memberi tanpa henti.

Yang ketiga, dan ini makna yang penting, terutama untuk kader-kader kita, bung Tomo pada dasarnya bukanlah sorang tentara, bung Tomo adalah seorang jurnalis, saya ulangi kembali, bung Tomo adalah seorang jurnalis, tapi beliau mengambil alih momentum 10 November itu, untuk menyebarkan semangat perlawanan mempertahankan kemerdekaan, garis bawahi kalimat ini : mengambil alih momentum, tidak peduli apa latar belakang beliau, beliau adalah sekali lagi seorang jurnalis, tapi beliau mengambil alih momentum dalam situasi yang sangat kritis, dan siapa yang dilawan oleh beliau dan kawan-kawannya pada waktu itu? pasukan sekutu yang baru saja memenangkan perang pasifik.

Kita tidak pernah memenangkan pertarungan pada 10 November itu, tapi kita mencatatnya bahwa di moment itulah kita menyatakan diri sebagai bangsa bahwa kita tidak akan pernah lagi kembali sebagai bangsa yang dijajah. Karena itu slogannya pada waktu itu – Allohu Akbar – sekali merdeka tetap merdeka.

Mereka mengambil alih momentum itu, momentum perlawanan untuk tidak pernah kembali. Dan saudara-saudara sekalian, semangat mereka inilah yang sekarang ini ingin kita hidupkan kembali, ketika Indonesia, ketika dunia sedang berada dalam krisis besar, dan tidak tidak ada diantara kita yang mengetahui sampai kapan krisis ini berujung,tidak ada di antara kita yang mengetahui kapan berakhir dari krisis ini, tapi dunia sedang berada dalam goncangan besar, dan hanya bangsa-bangsa yang berani berani mengambil momentum dalam situasi seperti ini yang bisa menjadi pemimpin.

Makna merebut momentum itulah yang kita warisi dari bung Tomo, sekali lagi beliau seorang jurnalis bukan seorang tentara, Tapi beliau mengambil alih momentum, beliau merebut momentum, dan merebut momentum inilah yang ingin kita hidupkan kembali, terutama ketika kita dan dunia seluruhnya berada di tengah krisis.

Saudara sekalian, inilah tiga makna yang menghadirkan kita di pemakaman ini, di depan makam bung Tomo, mudah-mudahan ruh pejuang beliau hidup kembali dalam jiwa kita semuanya, kalau dulu dari kota Surabaya mereka menyatakan satu tekad : sekali merdeka tetap merdeka.

Sekarang waktunya kita menyatakan satu tekad baru bahwa kita sudah merdeka, kita sudah mempertahankan kemerdekaan ini waktunya Indonesia merebut momentum menjadi bagian dari kepemimpinan dunia, sekali lagi ini waktunya Indonesia yang sudah merdeka, sudah mempertahankan kemerdekaannya, juga sudah membangun, dan sedang berada di pertengahan jalan, ini momentumnya untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan dunia saat ini.

HIDUPKAN KEMBALI SEMANGAT KEPAHLAWANAN


Oleh : Bung Anis Matta

salam Gelora, salam Gelora
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudara-saudaraku semua yang saya cintai, khususnya tamu kita pada malam hari ini, pak Dahlan, dari dulu sampai sekarang saya terus menerus membaca tulisan Pak Dahlan, dan saya kira hampir kita semua di sini mengikuti tulisan-tulisan Pak Dahlan, juga saudara-saudara saya dari DPN, ada pak Fahri yang kebetulan juga ulang tahun hari ini, selamat ulang tahun, mudah-mudahan diberikan umur panjang, hidup yang berkah, selalu sehat, dan terus berkontribusi untuk Indonesia dan dunia Insyaallah.

Ada Pak setjend, Pak bendum, ketua MPN ust. Muzhaffar, dan saudara-saudara sekalian, khususnya ketua DPW, dan seluruh ketua-ketua DPD juga yang hadir dari seluruh Jawa Timur pada malam hari ini. Ada bu Ratih juga dari DPN bersama saya, dan beberapa ketua bidang lainnya.

Saudara-saudara sekalian, dari dulu sekali saya percaya bahwa yang disebut pahlawan itu adalah manusia-manusia biasa yang berusaha melakukan pekerjaan-pekerjaan luar biasa, itu sebabnya saya percaya pada manusia, tidak penting apakah dia excellent atau dia istimewa, saya percaya manusia sebagai manusia, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri yang telah mengatakan bahwa manusia ini diciptakan dengan cara yang terbaik, dan dulu sekali.

Saudara-saudara sekalian, ide tentang manusia ini ada pada para pemimpin kita, Soekarno dulu menggagas ide tentang pembangunan karakter bangsa, Pak Harto menggagas ide tentang pembangunan manusia seutuhnya, yang terakhir Pak Jokowi juga menggagas ide tentang revolusi mental, semua Ide ini berhubungan tentang manusia.

Tapi yang ajaib adalah bahwa buku-buku tentang manusia Indonesia di Indonesia ini terlalu sedikit, mungkin yang paling kita ingat adalah buku yang ditulis oleh Muchtar Lubis, tentang manusia Indonesia, yang sebagian besar sifatnya yang disebutkan di situ hampir semuanya negatif, karena itu ide ini dari dulu menggoda saya, dan saya terus-menerus memikirkan ide ini, sejak saya masih mahasiswa.

Saya tertarik dengan ide ini, karena dari sejarah yang saya pahami, tidak pernah kemajuan suatu bangsa itu merupakan hasil yang seimbang antara impian dan sumber daya, tidak pernah, dan sesuatu disebut sebagai peristiwa sejarah adalah karena pencapaiannya terlalu besar, sumberdayanya terlalu sedikit.

Kenapa kita menyebut peristiwa 10 November itu peristiwa kepahlawanan yang dahsyat? dibanding dengan semua medan tempur yang pernah ada di belahan dunia yang lain, medan tempur ini bukanlah medan tempur yang besar, ini medan tempur yang kecil, tapi kita mengenangnya sebagai peristiwa penting, terutama karena kita adalah negara baru yang masih terlalu rapuh, tapi dengan semua yang kita miliki kita punya satu tekad sekali merdeka tetap merdeka.

Determinasi itulah yang kita tunjukkan di situ, dan itulah manusia, itulah manusia.

Bung Tomo tidak punya banyak hal ketika beliau berteriak Allahu Akbar, yang ada hanya semangat, tekad, tentara-tentara rakyat yang dimobilisasi juga tidak punya banyak persenjataan untuk melawan, tidak, tidak ada, tapi kita sudah terlalu lama bertekad untuk menjadi manusia merdeka, menjadi bangsa merdeka, dan itu yang membuat akhirnya kita mampu mempertahankan kemerdekaan kita.

Sekarang kalau kita mengenang hari pahlawan ini, saya ingin menggarisbawahi makna ini, bahwa seseorang disebut pahlawan itu, karena dia telah melakukan peristiwa-peristiwa besar, yang peristiwa itu melampaui semua sumber dayanya, itulah makna kepahlawanan, dan semangat kepahlawanan inilah yang ingin kita hidupkan kembali sebagai ruh nasionalisme baru Indonesia.

Itu sebabnya kita bikin mimpi menjadikan Indonesia sebagai lima besar dunia. Saya tahu ada jarak antara hari ini dengan mimpi itu, tapi jarak itu yang kita kejar, dan saya percaya bahwa manusia Indonesia bisa mencapainya, karena itu juga partai ini diberi nama gelombang rakyat.

Satu Getaran Jiwa

Ada 4 momentum pidato Anis Matta yang saya rasakan punya getaran jiwa yang mendalam:

Pertama ketika Anis Matta berpidato menerima amanah sebagai Presiden partai di depan jutaan sorot mata secara live pada hari Jumat 1 februari 2013.

Kedua ketika Anis Matta berpidato dalam penandatanganan akte notaris berdirinya Partai Gelora Indonesia Sabtu, 9 November 2019.

Ketiga ketika Anis Matta berdiskusi dengan Dedi Mizwar dalam acara dialog Maulid Nabi Muhammad SAW di acara Cerita Kopi GeloraTV, Selasa, 19 Oktober 2021. Sekurangnya, 2 kali suara Anis Matta bergetar sambil menahan butiran air matanya, saat bercerita seputar kehidupan Rasulullah SAW.

Keempat ketika Anis Matta menyampaikan pidato di HUT Partai Gelora Indonesia yang kedua, Kamis, 28 Oktober 2021.

4 momentum itu punya latar-belakang yang berbeda dan memiliki emosi jiwa yang mendalam dibalik peristiwa. Tetapi 4 momentum itu memiliki satu makna yang sama dan mendalam, satu getaran jiwa yaitu; “tanggung-jawab”

Momentum pertama adalah momentum Anis Matta punya tanggung jawab menyelamatkan partainya dari badai. Momentum kedua adalah momentum Anis Matta mengambil tanggung jawab sebagai Ketua Umum Partai Gelora Indonesia. Momentum ketiga adalah momentum Anis Matta mengingat bagaimana beratnya tanggung jawab kenabian Rasulullah SAW beserta ujian yang menyertainya. Dan momentum keempat adalah momentum Anis Matta mengambil tanggung jawab memimpin partai turun menemui dan berkolaborasi dengan rakyat.

Diawal-awal berdirinya partai, Anis Matta selalu dan senantiasa mengingatkan tentang semangat pertanggung-jawaban. Bahwa semua yang kita lakukan punya implikasi pertanggung-jawaban; dunia-akhirat. Anis Matta menyederhanakannya dalam sebuah quote indah dan mendalam; “Melukis Panorama Akhirat di atas Kanvas Dunia”.

Getaran jiwa dalam 4 momentum itu sangat terasa sekali. Pidato-pidato itu mengalir dari mata air keyakinan dan bermuara pada semangat pertanggung-jawaban. Pidato-pidato itu seperti listrik pemantik yang menggerakan mesin-mesin perubahan. Dan pidato-pidato itu seperti tiupan angin yang menjadikannya gelombang.

“Tiupkan Angin biar Riak Menjadi Gelombang”

-ABU WAFA-

Jelang Ulang Tahun ke2 Partai Gelora Indonesia

Selain sudah membiru di seluruh Nusantara, juga diikuti dengan bergabungnya banyak anak bangsa dibawah payung besar ini.

Membangun sebuah partai politik yang rapi, profesional, kokoh, dan memiliki pondasi yang kuat bukanlah hal yang mudah. Itulah yang sudah dilakukan gelora dengan semua kader kader hebat nya di seluruh pelosok negeri.

Sangat wajar apabila rakyat menaruh harapan besar kepada partai baru ini. Kekuatan nya ril, langkah nya terukur, dan gaya politik nya mendidik.

Pondasi yang kokoh yang sedang dibangun oleh semua stakeholder partai adalah harapan juga tantangan untuk menjawab permasalahan Indonesia yang akan datang.

Dua tahun hanya sebagai permulaan jalan, batu bata awal sebuah visi besar Indonesia menuju negara maju berlevel dunia.

Tidak banyak yang bisa dijanjikan partai, karena kebanyakan janji dalam politik sudah tidak relevan dengan psikologi rakyat kita.

Setelah pondasinya kokoh, maka langkah demi langkah yang ril akan terus ditapaki oleh partai ini dalam misi serius mendorong Indonesia menjadi kekuatan utama dunia.

Selamat kepada semua kader, pengurus, simpatisan yang telah memutuskan bergabung dengan partai ini. Karena Masa depan Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama.

Selamat juga kepada seluruh pengurus, kader, pimpinan partai, yang telah bekerja sangat keras sehingga kita sampai pada titik ini hari ini, dengan kerja kerja besar ditengah keterbatasan yang ada.

Rakyat menunggu kiprah nyata Partai Gelora dalam mewarnai wajah politik Indonesia kedepannya agar menjadi lebih ramah, esensial, dan berisi. Menuju tegaknya demokrasi yang mampu membawa kebaikan bagi seluruh rakyat kita.

Hard time will create strong party, strong party will create strong leader, and strong leader will create strong nation.

Never Ending Collaboration!
Gelorakan terus semangat 5Besar Dunia!

Tengku Zulkifli Usman.
Fungsionaris Harian Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Indonesia.

Apa yang ingin di dorong oleh partai Gelora adalah agar rakyat bisa lebih berpartisipasi dan terlibat dalam politik kedepannya.

Menjadi bagian dari gelombang perubahan Indonesia untuk menguatkan dan menjadikan demokrasi lebih sehat.

Karena rakyat sejatinya bukan sebagai objek politik kaum elit, sejatinya rakyat adalah pelaku sejarah yang harus menentukan arah masa depan bangsanya sendiri.

Nasib bangsa ini bukan saja beban partai Gelora, bukan juga beban sekelompok orang atau organisasi. Nasib bangsa ini sejatinya adalah PR kita bersama.

Partai Gelora mengajak rakyat untuk berpikir dengan nalar yang lebih sehat ketika terlibat dalam politik. Agar tujuan utamanya bisa tercapai yakni kemajuan bangsa.

Partai Gelora mengajak rakyat berobsesi menaikkan level Indonesia ke tataran internasional yang lebih tinggi. Karena kita adalah bangsa yang memiliki segala modal untuk maju.

Partai Gelora hadir bukan untuk menargetkan kursi tertinggi kekuasaan di republik ini semata, tapi ini soal bagaimana mengelola negara dengan lebih baik dan profesional dalam bingkai perjuangan demokrasi bersama.

Ini soal narasi mengisi kemerdekaan, ini bukan sekedar bicara jumlah kursi semata atau sekedar eksis ikut pemilu semata.

Para pendiri bangsa ini pernah terlibat di tataran dunia dan membawa Indonesia berwibawa di masa lalu. Maka tugas kita adalah melanjutkan peran besar ini dengan kapasitas yang lebih besar lagi.

Partai politik sejatinya adalah rumah besar nalar yang sehat dalam bernegara, agar semua nalar nalar sakit efek busuknya praktek politik selama ini bisa dikikis habis dengan berjalannya waktu.

Melihat budaya bangsa kita yang luhur, SDM dan SDA yang melimpah, kekuatan fundamental kita sebagai bangsa yang kuat. Semua ini adalah modal besar kita menjadi kekuatan utama dunia di masa yang akan datang.

Kader partai Gelora juga harus terus bekerja keras meningkatkan kapasitas mereka semua di semua level, agar mumpuni dalam mengelola negara kelak di masa yang akan datang. dengan roadmap yang lebih rapi.

Jadilah sosok sosok yang berperan dan berpengaruh di wilayah masing masing. Haram hukumnya seorang politisi itu memiliki kapasitas biasa saja apalagi dibawah standar. Haram hukumnya seorang politisi itu planga plongo. Please note!

Kader partai Gelora harus menjadi magnet karena kapasitas dan kualitas, bukan karena gimmick dan pencitraan. Bukan karena drama dan kebanyakan retorika.

Magnet yang kuat hanya dihasilkan oleh kekuatan yang ril, itulah magnet yang akan menjadi arus rakyat untuk bergabung ke partai ini untuk melihat Indonesia dengan keoptimisan yang baru.

Tingkatkan terus kapasitas dan kualitas kita sebagai insan politik, khususnya skill yang berkaitan dengan skill mengelola negara demokrasi, jangan banyak menghabiskan waktu untuk mengurus apa yang seharusnya diurus oleh sebuah yayasan.

Partai politik itu tugasnya maha berat, menjadi politisi yang berkelas itu akan menjadikan kita maha pusing. Kalau kepala anda belum sakit, analisa anda belum tajam, mental anda masih lemah, tema pembicaraan anda masih pinggiran, anda masih punya terlalu banyak PR untuk memimpin.

Partai Gelora harus menjadi rumah besar rakyat Indonesia kedepannya, dan harus mampu melihat masalah bangsa ini dengan kacamata berbeda dengan menyodorkan solusi yang lebih nyata.

Happy Nice Weekend!

Tengku Zulkifli Usman✓®